Online
Kehamilan kembar (gemelli) merupakan kehamilan dengan risiko tinggi yang memerlukan pengawasan medis yang lebih intensif dibandingkan kehamilan tunggal. Berdasarkan tinjauan klinis, kehamilan kembar dapat diklasifikasikan menjadi monozigot (satu telur) dan dizigot (dua telur), di mana masing-masing memiliki kompleksitas penanganan yang berbeda. Tantangan utama dalam kehamilan kembar adalah tingginya risiko komplikasi pada ibu maupun janin. Pada ibu, risiko yang sering terjadi meliputi anemia, hipertensi, pre-eklampsia, hingga perdarahan post-partum yang disebabkan oleh atonia uteri. Sementara dari sisi janin, angka kematian (mortalitas) dan kesakitan (morbiditas) perinatal masih cukup tinggi, sering kali disebabkan oleh partus prematurus dan berat badan lahir rendah. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu memiliki kompetensi yang mumpuni dalam melakukan manajemen antenatal dan teknik persalinan yang tepat termasuk penanganan persalinan dan manajemen kala III demi meningkatkan outcome kesehatan bagi ibu dan bayi kembar.
Kompetensi:
• 1) Peserta mampu memahami urgensi penentuan korionisitas melalui USG dini. 2) Peserta mampu melakukan pemantauan klinis (monitoring) rutin dan mendeteksi tanda bahaya pada kehamilan kembar. 3) Peserta memahami strategi pemilihan metode persalinan (pervaginam vs SC) dan waktu persalinan yang optimal (timing of delivery). 4) Meningkatkan kewaspadaan terhadap komplikasi spesifik pada kehamilan gemeli.
• Tujuan: Meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dalam manajemen komprehensif kehamilan gemeli sesuai standar pelayanan medis terkini.
| Jenis: | Seminar |
| Mulai: | 17 April 2026 00:00 |
| Selesai: | 18 April 2026 00:00 |
| Tempat: | Online |
| Panitia: | Kementerian Kesehatan RI |
| Kontak: | N/A |